Wednesday, 21 March 2018

Makalah Sejarah Keperawatan di Dunia


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
  Sejarah keperawatan erat sekali hubungannya dengan sejarah umum, di mana terdapat kejadian-kejadian yang besar. Hal-hal tersebut akan mempengaruhi juga keadaan perawatan. Keperawatan sendiri memiliki sejarah yang sangat panjang, sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Orang-orang pada zaman dulu banyak menghadapi tantangan untuk mendapatkan dan menjaga kesehatannya. Menurut Uprichard (1973) bahwa sejarah awal keperawatan dibagi menjadi tiga sudut pandang : sudut pandang tradisional (kerakyatan), keagamaan,da kebangkitan.
  Pekerjaan perawat merupakan suatu pekerjaan yang paling tua di dunia, karena selama dunia berkembang, selama itu pula akan kita jumpai orang sakit dan orang-orang yang mendapatkan kecelakaan yang beraneka ragam coraknya. Karena itu, semua diperlukan pertolongan dan bantuan agar meringankan penderitaan. Orang-orang zaman dahulu memulai pekerjaan keperawatan hanya sekedar untuk mengurangi kesakitan saja, sehingga jika kita selidiki dalam sejarah, keperawatan hanyalah hal yang hampir tidak disebut-sebut dan tidak mendapat perhatian. Hal ini disebabkan karena orang-orang zaman dahulu menganggap bahwa keperawatan adalah suatu hal yang dipandang biasa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang tidak membuat catatan-catatan dari kejadian-kejadian tersebut.
1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang di maksud dengan sejarah dan keperawatan ?
2.      Bagaimana sejarah keperawatan di dunia ?
3.      Apakah di zaman modern masih menerapkan hal yang bersangkutan dengan
         Sejarah keperawatan di dunia

1.3  TUJUAN
1.             Tujuan Umum
a.  Untuk mengetahui arti dari sejarah dan keperawatan.
      b.  Untuk mengetahui sejarah keperawatan di dunia.
2.      Tujuan Khusus
a.       Untuk meningkatkan minat pembaca untuk mengetahui lebih luas lagi tentang sejarah keperawatan di dunia.

BAB 2
TINJAUAN TEORI
2.1    PENGERTIAN
Sejarah adalah setiap peristiwa atau kejadian di masa lampau, yang menyenangkan atau menyedihkan. Sejarah perkembangan keperawatan senantiasa mengalami masa pasang surut dari zaman ke zaman. Perkembangan ini tidak lepas dari proses perubahan peradaban manusia dan tingkat pemenuhan kebutuhan manusia akan layanan kesehatan, khususnya layanan keperawatan, yang terus meningkat sesuai taraf kehidupannya. Mengetahui masa lalu dan memahami keperawatan terdahulu akan memberikan suatu kesempatan untuk menggunakan pengalaman dan pelajaran yang dapat digunakan di masa kini dan masa yang akan datang.
Keperawatan sebagai suatu pekerjaan sudah ada sejak manusia ada di bumi ini, keperawatan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban teknologi dan kebudayaan. Konsep keperawatan dari abad kea bad terus berkembang (Asmadi, 2008)

2.2     SEJARAH KEPERAWATAN DI DUNIA
Sejarah perkembangan keperawatan secara umum terbagi ke dalam lima zaman, yaitu zaman purba, zaman permulaan masehi, zaman pertengahan, zaman baru (renaisans), dan zaman modern.
1.      Zaman Purbakala
         Sejarah keperawatan di mulai sejak adanya manusia lahir di muka bumi, bisa pula dikatakan bahwa keberadaan keperawatan sudah ada sejak zaman purba. Awal perkembangan keperawatan adalah perawat harus memiliki naluri keibuan (Mother Instinct). Setiap manusia pasti memiliki naluri keibuan untuk menjaga kesehatan, mengurangi lingkungan kurang menyenangkan, menyusui anak, merawat anak yang sedang sakit. Naluri keperawatan senantiasa ada dan berada dalam setiap pribadi manusia. Perkembangan keperawatan pada zaman purba sangat di pengaruhi oleh kegiatan keagamaan atau keprcayaan yang dianut oleh kelompok masyarakat pada zamannya, seperti berikut.
a)      Mesir
       Banga Mesir pada zaman purba telah menduduki tingkat tinggi dalam kebudayaan sejak 4000 SM, telah mempunyai tulisan Hyeroglyph, telah membuat mumi (mayat-mayat dibalsemkan supaya tidak membusuk), untuk menghormati dewa Isis mereka mendirikan kuil, yang juga merupakan rumah sakit bangsa Mesir,
        Perawatan dikerjan ditmpat kuil itu, dan di situ diminta pertolongan, sebagai tabibnya ada seorang yang disebut “Phycian” yang merpakan dokter pertama bagi bangsa mesir dan sekitarnya.

b)      Babilonia dan Syria
       Pada 680 SM, orang telah mengetahui cara menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawat pada muka. Bangsa Babylon dan Syria menyembah dewa, mereka menganggap perawatan atau pengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.

c)      Tiongkok
       Bangsa Tiongkok telah mengenal penyakit kelamin di antaranya Gonorrhea dan Syphilis. Pencacaran juga telah dilakukan sejak 1000 SM, ilmu urut dan psikoterapi. Orang-orang yang terkenal dalam ketabiban:
      - Seng Lung di kenal sebagai “Bapak Pengobatan, yang ahli penyakit dalam dan  telah menggunakan obat-obatan dari tumbuhan dan mineral (garam-garaman). Semboyannya yang terkenal adalah Lihat, Dengar, Tanya, dan Rasa.
      - Chang Chung Ching ± 200 SM, telah mengerjakan lavement dengan menggunakan bambu.

d)      Yunani
       Bangsa Yunani zaman purba memuja dan memuliakan banyak dewa (polytheisme). Dewa yang terkenal adalah dewa pengobatan putrid dan dewa yang bernama Hygiene sebagai dewi kesehatan, maka terbentuk perkataan higyene.
Untuk pemujaan kepada para dewa didirikan kuil (1134 SM) yang berfungsi sebagai tempat pengobatan orang sakit dan perawatan, yang dikerjakan oleh para budak-budak.
Orang ternama dalam ketabiban antara lain:
       a.  Hippocrates (hidup ± 400 SM) adalah bapak pengobatan.
       b.  Plato ahli filsafat Yunani, otak sebagai pusat kesadaran.
       c.  Aristoteles ahli filsafat, ahli jiwa dan ilmu hayat.

e)      Roma
       Rumah sakit Roma zaman purba disebut valentrumdinari Roma, yang terdapat di Swiss ditemukan alat-alat perawatan, seperti peralatan untuk huknah pot-pot tempat selep. Juga instrument untuk perluan pembedahan, seperti pisau, pinset, klem arteri, dan speculum. Tokoh terkenal Julius Caesar (101-44 SM) seorang wali Negara yang pertama kali mengakui guru-guru hygiene dan menganjurkan tentang kesehatan dan kebersihan.
Setelah itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanya Diaknoses dan Philantrop, yaitu suatu kelompok wanita tua dan janda yang membantu pendeta merawat orang sakit, sejak itu mulai berkembang ilmu keperawatan. (Budiono&Pertami, 2015)

2.      Zaman Masehi
         Keperawatan di mulai pada saat perkembangan agama nasrani, dimana pada saat itu banyak terbentuk Diakones yaitu suatu organisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungi orang sakit, sedangkan laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatan untuk mengubur bagi yang meninggal. Pada zaman pemerintahan Lord-Constantine, ia mendirikan Xenodhoecim atau hospes yaitu tempat penampungan orang-orang sakit yang membutuhkan pertolongan. Pada zaman ini berdirilah Rumah Sakit di Roma yaitu Monastic Hospital (Zaidin,
2001)



 Pertengahan Abad VI Masehi
        Keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu Timur Tengah, seiring dengan perkembangan agama Islam. Pengaruh agama Islam terhadap perkembangan keperawatan tidak lepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam. Abad VII Masehi, di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan sperti Ilmu Pasti, Kimia, Hygiene, dan obat-obatan. Pada masa ini muncul prinsip-prinsip dasar keperawatan kesehatan. Seperti, pentingnya kebersihan diri, kebersihan makanan, dan lingkungan. Tokoh keperawatan yang dikenal dari Arab adalah Rufaidah.

3.      Zaman Pertengahan
Pada zaman ini, terjadi perang besar antar agama yang dikenal dengan perang salib. Perang ini membawa banyak derita bagi rakyat seperti korban luka dan terbunuh , kelaparan, berbagai penyakit, dll. Ilmu pengobatan dan perawatanpun terus mengalami kemajuan, akan tetapi kiblat pembelajaran untuk ilmu pengobatan dan perawatan yang semula ada di Negara Islam kini beralih kenegara barat.
Struktur dan orientasi masyarakat berubah dari agama menjadi kekuasaan, yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan semangat colonial. Gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, padahal tempat ini digunakan oleh orde-orde agama untuk merawat orang sakit. Dengan adanya perbuahan ini, sebagai dampak negatifnya bagi keperawatan adalah berkurangnya tenaga perawat. Untuk memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita susila yang sudah bertobat bekerja sebagai perawat. Dampak positif, dengan adanya perang salib, untuk menolong korban perang di butuhkan banyak tenaga sukarela sebagai perawat, mereka terdiri dari orde-orde agama, wanita-wanita yang mengikuti suami berperang dan tentara (pria) yang bertugas rangkap sebagai perawat. Pengaruh perang salib terhadap keperawatan ialah mulai dikenal konsep P3K serta perawat mulai dibutuhkan dalam ketentuan sehingga timbul peluang kerja bagi perawat di bidang sosial.
           Ada 3 Rumah Sakit yang berperan besar pada masa itu terhadap perkembangan keperawatan.
-  Hotel Dieu di Lion
Awalnya pekerjaan perawat dilakukan oleh bekas WTS yang telah bertobat. Selanjutnya, pekerjaan perawat digantikan oleh perawat terdidik melalui pendidikan keperawatan di RS ini.
-  Hotel Dieu di Paris
Pekerjaan perawat dilakukan ole horde agama. Sesudah Revolusi Perancis, orde agama dihapuskan dan pekerjaan perawat dilakukan oleh orang-orang bebas. Pelopor perawat di RS ini adalah Genevieve Bouquet.
-  ST. Thomas Hospital (1123 M)
         Pelopor perawat di RS ini adalah Florence Nightingale (1820). Pada masa ini perawat di percaya banyak orang. Pada saat perang Crimean War, Flonrence ditunjuk oleh Negara inggris untuk menata asuhan keperawatan di RS Militer di Turki. Hal tersebut memberikan peluang bagi Florence untuk meraih prestasi dan sekaligus meningkatkan status perawat. Kemudian Florence di juluki dengan nama “The Lady of the Lamp”. (ALIMUL, 2007)

4.      Zaman Baru ( Renaisans)
Pengaruh Renaisans juga merambah ke ilmu kesehatan atau ilmu keperawatan. Pada zaman ini keperawaan diganti oleh orang awam yang tidak mengerti tentang keperawatan. Pada zaman ini muncul seorang tokoh keperawatan yang bernama Florence Nightngale. Ia mengembangkan suatu model praktik asuhan keperawatan yang menyatakan bahwa kondisi kondisi sakit seseorang disebabkan oleh faktor lingkungan. Pada zaman ini berdiri Palang Merah Indonesia yang dipelopori oleh John Hendry Dunand. Lembaga ini dibentuk untuk menampung para korban perang. Pekerjaan di titik beratkan  untuk memajukan kesehatan, mencegah kepenyakit, dan meringankan penderitaan pasien.


5.      Zaman Modern
Kiprah Florence Nightingale dalam keperawatan rupanya berpengaruh besar pada perkembangan keperawatan di era berikutnya. Di Inggris, terjadi kemajuan dalam bidang keperawatan di antaranya adalah pembangunan sekolah – sekolah perawat dan pendirian perhimpunan perawat inggris ( British Nurse Association ) oleh Erenwick pada tahun 1887. Perhimpunan ini bertujuan untuk mempersatukan perawat – perawat yang ada di seluruh inggris. Kemudian pada 1 Juli 1999 , Erenwick juga mendirikan sebuah lembaga yangh disebut international Council of Nurses( ICN ) .
2.3    PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INGGRIS
         Florence kembali ke Inggris setelah perang Crmean. Pada tahun 1840 Inggris mengalami perubahan besar dimana sekolah-sekolah perawat mulai bermunculan. Florence menentapkan struktur dasar di pendidikan perawat di antaranya mendirikan sekolah perawat menetapkan tujuan pendidikan perawat, serta menetapkan pengetahuan yang harus dimiliki calon perawat. Florens dalam merintis profesi keperawatan diawalai dengan membantu para korban akibat perang krim (1854-1856) antara Roma dan Turki, yang dirawat di sebuah  rumah sakit (scutori) yang akhirnya kemudian mendirikan sebuah rumah sakit dengan nama rumah sakit Thomas di London dan juga mendirikan sekolah perawatan yang di beri nama Nightingale Nursing School. Konsep pendidikan Florence ini mempengaruhi pendidikan keperawatan di dunia.

Konstribusi Florence bagi perkembangan keperawatan antara lain:
a.  Nutrisi merupakan bagian terpenting dari asuhan keperawatan.
b.  Okupasi dan rekreasi merupakan terapi bagi orang sakit.
c.  Manajemen RS.
d.  Mengembangkan pendidikan keperawatan.
e.  Perawatan berdiri sendiri berbeda dengan profesi kedokteran.
f.  Pendidikan berlanjut bagi perawat.

         Florence Nightingale juga menyelenggarakan beberapa kegiatan dalam rangka pengembangan keperawatan yaitu:
a.        Membuat buku catatan perawat yang memuat dasar-dasar keperawatan
           bagi pendidikan.
b.        Menulis berbagai tentang ilmu keperawatan.
c.        Mengadakan latihan P3K dan palang merah untuk para prajurit.
d.        Memperbaiki praktik keperawatan di beberapa rumah sakit di Inggris.
e.        Menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan
            masyarakat dan perawat kesehatan masyarakat.
f.         Mendirikan himpunan Perawat Nasional Inggris (British Nurses
           Association) pada tahun 1987, yang merupakan perkumpulan perawa
           pertama didunia.
g.        Mendirikan himpunan perawat-perawat kepala di seluruh Inggris yang
           disebut Matron Council Of Nursing pada tahun 1894.

        Perkumpulan ini menjadi semakin kuat sehingga pemerintah Inggris menetapkan sebagai Profesional Freedom yang kemudian di undang-undangkan pada tahun 1919. (ISKANDAR, 2013)














2.4  Aplikasi keperawatan di dunia pada zaman modern
       Menurut kami dizaman modern ini masih menerapkan konsep keperawatan pada zaman dahulu.  Misalnya dimana pada zaman purba semua orang bisa jadi perawat baik laki-laki maupun perempuan karena pada zaman itu hanya mengutaman meringakan luka pada seseorang, serta pada zaman itu naluri ke ibuan lebih mendekati ke profesi perawat dikarenakan seorang ibu merawat anaknya mulai dari kecil hingga tumbuh dewasa, mengobati luka yang ada pada anak, serta menjauhkan anaknya dari lingkungan yang kurang bersahabat 























BAB 3
PENUTUP

3.1    KESIMPULAN
     Sejarah adalah setiap peristiwa atau kejadian di masa lampau yang menyenangkan maupun memilukan. Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional, yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan. Keperawatan sudh ada sejak manusia itu ada dan hingga saat ini Profesi keperawatan berkembang dengan pesat. Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia tidak hanya berlangsung di tatanan praktik, hal ini layanan keperawatan, tetapi juga di dunia pendidikan keperawatan. Pendidikan keperawatan memberi pengaruh yang besar terhadap kualitas layanan keperawatan. Karenanya perawat harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan.

3.2.     SARAN
      Dari kesimpulan yang ada maka kita sebagai perawat atau calon perawat harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan, sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan dari keperawatan internasional.











Daftar Pusaka

Karlina Dewi. 2016. Ketrampilan Dasar Keperawatan Klinis.Yogyakarta: Penerbit Kyta

Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGD

E book. www.slideshare.net pik_kemennkes

No comments:

Post a Comment

Makalah Sejarah Keperawatan di Dunia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG   Sejarah keperawatan erat sekali hubungannya dengan sejarah umum, di mana terdapat kejadian-...